Viral di Media Sosial! Keributan di Samarinda Berawal dari Persoalan Pacar, Pistol Ternyata Mainan

Screenshot kamera cctv

Samarindasosmed.com – Samarinda, Jagat maya di Samarinda dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan keributan di kawasan Jalan KS Tubun, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (2/7/2026). Dalam rekaman yang viral di berbagai platform media sosial tersebut, terlihat seorang pria mengeluarkan benda menyerupai pistol, sehingga memicu kepanikan warga dan beragam spekulasi mengenai dugaan penggunaan senjata api.

Menindaklanjuti video yang ramai diperbincangkan masyarakat, Samarindasosmed.com mengonfirmasi langsung kepada pihak kepolisian untuk memastikan kronologi dan fakta yang sebenarnya terjadi.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi membenarkan bahwa insiden tersebut memang terjadi. Menurutnya, setelah menerima informasi dari media sosial, personel Polsek Samarinda Ulu segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

“Hasil pengecekan di lapangan memang benar terjadi peristiwa tersebut. Kami kemudian menghubungi korban, melakukan interogasi, dan mengamankan terlapor,” ujar AKP Asriadi.

Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan bahwa benda yang sempat diduga sebagai senjata api tersebut ternyata merupakan senjata mainan berbahan plastik. Kepastian itu diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap barang yang dibawa oleh terlapor.

“Senjata yang digunakan adalah senjata mainan. Sudah kami periksa dan bisa dipastikan itu bukan senjata api,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa itu bermula ketika seorang pria berinisial RI (18) dihubungi oleh orang tua pacarnya, SR (17). Orang tua SR mengabarkan bahwa anaknya telah beberapa hari tidak pulang ke rumah dan meminta RI untuk membantu mencarinya.

RI kemudian mencari keberadaan SR hingga akhirnya bertemu di kawasan Jalan KS Tubun. Namun, pertemuan tersebut justru berujung pada adu mulut yang melibatkan RI, SR, dan seorang korban lainnya.

Di tengah situasi yang memanas, RI mengeluarkan senjata mainan yang telah dibawanya. Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, tindakan tersebut dilakukan dengan harapan SR bersedia pulang ke rumah. Polisi menegaskan bahwa tidak ada penembakan maupun penggunaan senjata api sungguhan dalam insiden tersebut.

AKP Asriadi menjelaskan, dugaan pengancaman muncul karena RI mengeluarkan benda yang menyerupai pistol sambil berbicara dengan nada tinggi dan terkesan memberikan tekanan kepada SR.

“Senjata itu hanya dikeluarkan saja. Kalau pengancaman, itu dianggap karena cara berbicaranya yang menekan saat mengajak pulang,” jelasnya.

Sementara itu, terkait isu yang beredar mengenai dugaan pelaku mengonsumsi minuman keras, pihak kepolisian menyatakan hingga saat ini belum menemukan bukti yang menguatkan informasi tersebut. Pendalaman masih dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Setelah seluruh pihak dimintai keterangan, kasus ini akhirnya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice atau penyelesaian secara kekeluargaan. Kedua belah pihak dipertemukan di Polsek Samarinda Ulu dan sepakat berdamai dengan disaksikan oleh masing-masing orang tua.

“Sudah tidak ada permasalahan. Kedua belah pihak sepakat berdamai dan terlapor tidak dilakukan penahanan,” pungkas AKP Asriadi.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui fakta secara utuh. Potongan video yang viral sering kali tidak menggambarkan keseluruhan kronologi kejadian. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan